INAD 35

1478 Kata

Qian memandang sendu anaknya yang masih meringkuk di lantai sambil memeluk lututnya. Botol darah sekali lagi dia abaikan, padahal wajahnya sudah pucat sekali. Ingin rasanya Qian menangis melihat betapa tersiksanya Triqi karena harus terlahir sebagai anaknya. Brian sudah melapor tadi, katanya Triqi memang tanpa sengaja 'membunuh dan menghidupkan' lagi seseorang kemarin siang. Tepat sebelum anak itu akhirnya kabur dan ditemukan oleh Valan. Entah itu karena kekuatannya atau Tritan, Triqi memang memiliki kekuatan menyeramkan itu sejak kecil. Membuat putra manisnya itu selalu ketakutan setiap saat. Akibat mimpinya yang selalu dipenuhi kematian. Qian mengusap matanya saat melihat Val mencoba duduk disamping Triqi, walaupun nyatanya Triqi bergeser sedikit entah karena apa. "Aku jadi ingat. Du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN