INAD 48

1948 Kata

Semilir angin bertiup santai saat Triqi berhasil membuka matanya. Lelaki itu mengerang pelan, lalu bergumam nyaman saat sadar Valan tengah memeluknya sambil tertidur kini. Vampire itu baru saja hendak kembali melanjutkan tidurnya, saat sesuatu tiba-tiba menimpa tubuhnya dengan kuat hingga membuatnya maupun Valan segera terlonjak bangun dengan keterkejutan. "SIAPA YANG MENYERANG? BERANINYA MEREKA-" "HUEEEE!!!! Mama!!!!!! Kira mengangguku lagi pagi ini!!!!!" Triqi segera menutup kupingnya saat anak pertamanya itu mengadu dengan suara kencang. Kuping serigalanya keluar dan melayu karena sedih. Pipinya yang memerah tampak lucu saat dirinya merajuk. Triqi berusaha keras menahan keinginannya untuk tertawa, lalu bergegas untuk memeluk sang anak yang segera meringkuk sedih di pelukannya. Drak

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN