POV ARYA. "A ... aku arisan sama Dea, Mas!" Dia gelagapan menjawab pertanyaanku. Bibirnya nampak bergetar. Kemudian setelahnya ia berjalan melewatiku untuk mendekati Ratih. Aku mengepalkan tangan tak kuasa menahan amarah, bukan tentang akhirnya tahu dia dekat dengan seorang laki-laki, tapi aku marah karena ia mengabaikan Ratih untuk pergi bersama kekasihnya. Dengan napas terengah-engah, aku berusaha menahan rasa kesal. Ratih tak hanya mengalami luka sobek, tapi juga tangannya patah. Ia terus menangis sambil menunggu tindakan selanjutnya, ku lihat Naya memeluk mencoba menenangkan putri kami. Setelah itu dokter menghampiriku dan memberi tahu, bila Ratih harus operasi untuk menyambungkan kembali tulang yang patah. Aku hanya mengangguk dan mengikuti arahan dokter. Beberapa waktu setelah
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


