Bab 68

1704 Kata

“Aku sudah berusaha menghubungi Damar. Sayangnya, nggak tersambung.. mungkin dia sudah ganti nomor atau semacamnya..” Adrel menunjukkan sederet nomor dengan nama Damar yang tertulis di daftar panggilan yang Adrel lakukan. Rupanya, selama Mesya tidak sadarkan diri, baik Adrel maupun Delila tidak pernah berhenti mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mesya menatap suaminya dengan pandangan berkaca-kaca. Dira adalah Kakaknya. Adrel berhak memilih kalau dia memang tidak ingin membantu Dira. Tapi, suaminya melakukan hal yang lain. Adrel lebih memilih untuk terus menyelesaikan apa yang sebenarnya terjadi dan terus menjaga Mesya yang tidak sadarkan diri. Entahlah, Mesya merasa kalau ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya. Seperti.. sungguh, Mesya tidak pernah merasa tersiksa seperti ini. tu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN