Bab 5
Adair tanpa embel embel nama keluarga , karena memang aku besar dan tumbuh di panti asuhan tanpa keluarga tentu saja .
Teman satu satunya adalah Oceana yang juga anak panti asuhan meski ak lebih tua tapi dia sudh seperti kaka bagi ku.
Aku tidak pernah sekalipun punya sahabat dekat seperti Oceana. Tetapi beberapa bulan ini akhirnya kurasa kan apa itu persahabatan yang sebenarnya.
Aku mengenal mereka Chenora , Zhefanya dan Ilyana. Menurut ku ini pasti takdir ,aku bukan lah orang yang realistis aku sangat tertarik dengan hal hal mistis tentu saja .
Itulah mengapa aku sangat dijauhi di jurusan ku , bagaimana pun jurusan hukum sangat realistis harus ada bukti di setiap ucapan itu yah salah satu aturan tetap hukum.
Tanda lahir kami menjadi bukti akan ada sesuatu yang luarbiasa yang akan terjadi pada kami kedepannya.
Hari ini aku menjenguk Nora dan Anya yang tiba tiba ditemukan demam tinggi di kamar atau lebih tepat nya dikasur mereka. Nora adalah yang pertama demam di ikuti dengan Anya .
Hanya saja dia belum bangun hingga sekarang . Semua ini terlalu tiba tiba , padahal baru kemarin sore kami bercanda gurau membahas masalah kedekatan serta tanda lahir kami.
Ah.. Benar tanda lahir entah mengapa semenjak aku menyinggung tanda lahir itu kejadian ini mulai terjadi secara berurutan.
Jika dugaan ku benar maka selanjut nya diantara kami bertiga lah selanjut nya yang akan menjadi salah satu dari kedua sahabat kami yang terbaring di kasur itu.
"Ilya beneren ga ada yang aneh sama mereka? Ko bisa sih ampe berurutan gini?" tanya ku pada Ilya
"beneran dar ga ada apa apa ko masih inget banget aku tadi malam si Nora lagi ngerjain tugas dengan sehat nya pas aku ijin tidur duluan.." ucap nya menunduk menatap Nora
"terus kalau Anya ko malah ikutan sih il?" sambung Ocia lagi
"kalau ini ak malah ga tau lagi Cia , ingat banget dah aku sebelum ku tinggal tadi pagi karena ada kuliah pagi dia lagi ngompres sekalian buatin bubur buat Nora . Masih baik baik aja ko " jawab Ilya
"terus tadi pas jam makan siang juga dia mau ke perpus masih sempat ko aku ketemu mau ngajak dia makan bareng tapi karena tugas nya numpuk ya ga jadi".. Jeda nya sambil melihat Nora dan Anya yang mengerang pelan tanda terganggu dengan suara kami.
"malah nambah si Anya yang demam mana parah banget ampe basah baju nya ya aku gantiin gitu.." lanjut Ilya berbisik tidak mau mengganggu tidur sahabat nya yang sedang sakit.
"haahhh yaudah ini makan malam buat kalian berempat okay jan lupa makan aku g mau kalian juga sakit.." ucap ku menyodorkan bungkusan makanan kepada Ilya dan Cia
"loh ko 4? Kamu ga makan dar?" bisa kudengar Cia bertanya
"ga dulu Ci ini aja aku izin bentar masih ada tugas di luar kampus ditungguin ama dosen nih 1 jam lagi" ucap ku
"yaudah aku pergi dulu yah jaga kesehatan kalian aku ga pulang malam ini jadi Cia nginep sini aja . Aku nginep di mes dosen, cewe ko dosen nya soalny harus selesai malam ini" sambung lagi sambil memakai hodie ku menutupi tubuh ku sepenuh nya .
Yah aku seorang gadis berumur 21 tahun lebih dengan tinggi 167 cm dan berat 60kg
Bukan karena aku berat tapi memang tubuh ku kelebihan lemak dibagian d**a dan sisanya di transfer ke b****g.
Aku selalu memakai baju kebesaran dan celana jogger atau celana jogging apa aja yang kebesaran.
Pinggang ku bahkan tidak ada lemak nya dan betis ku termasuk kecil namun karena aku malu selalu ditatap lapar oleh teman kampus ku aku pun merubah penampilan ku menjadi tomboi kusus saat di kampus.
"dah ya bye" ucap ku menutup pintu tanpa mendengar jawaban mereka.
Aku berjalan menuju lift yang berada di ujung lorong . Entah mengapa tiba tiba aku memikirkan hidup ku kedepan nya..
Aku sangat berharap aku mempunyai seorang suami diumur ku sekarang ini , suami yang gagah perkasa tentu saja dengan segala kekuasaan nya.
Dengan tinggi 170 an tubuh tegap dengan otot yang tidak berlebihan namun tetap seksi.
Aku membayangkan seorang pria dengan segala hal tadi tanpa sadar aku sudah berada disamping motor ku .
"Tuhan berikan aku seorang lelaki dominan yang menggiurkan seperti vampire vampire seksi di film film holliwood" ucap ku dalam hati sambil menunduk membayangkan akan kenyataan itu.
Ughhh jika itu benar aku dengan sekuat tenaga akan membuat dia tidak berpaling .. Pikir ku sambil menerawang.
Aku pun mulai menyalakan motor ku setelah beberapa kali kucoba namun tidak mau menyala. Akhir nya aku pun turun dari motor lalu menstandar dua lalu mulai menstater kaki.
Aku kuat tentu saja , setelah beberapa saat motor ku pun menyala kubiarkan sebentar setelah itu aku naiki kembali. Saat akan menarik gas motor , aku merasa ada yang aneh.
Angin mulai berhembus kencang menerpa wajah ku di dalam helm meski memakai hodie tebal tapi tidak menutup kemungkinan aku tetap kedinginan.
Aku terdiam seolah olah tahu ini belum berakhir , saat aku sudah tidak sanggup menunggu lagi aku mendengar nya.
Suara seseorang membisikan sesuatu dengan lembut nan merdu . Suara wanita , apa hantu? Pikir ku.
Semakin lama semakin terdengar jelas . Aku mulai menarik gas motor ku sedikit lagi aku berhasil pergi dari pelataran parkir asrama wanita.
"αυτός που ψάχνετε θα έρθει σύντομα, αυτός που περιμένετε θα συναντήσετε σύντομα ακολουθήστε τη ροή .."
"yang kamu cari akan segera datang, yang kamu tunggu akan kamu temui segera ikuti arus .." ...
Aku pertama bingung mendengar kalimat pertama , namun setelah seperti ada yang membisikan kembali terjemahan kalimat tersebut , seketika seolah olah ada palu yang menghantam kepala ku dengan hebat nya . Seketika semua gelap tanpa cahaya .
***
"Cia tinggi kamu berapa sih penasaran nih soalnya yang paling pendek kan Nora aku ga mau ih " ucap Ilya membuka pembicaraan setelah mereka selesai menyantap makanan.
Nora dan Anya masih belum siuman dari tadi jadi mereka makan terlebih dahulu.
"mmm 163 cm berat 55 hohoho proporsial kan soalny kan kamu tau sendiri orang asia rata rata pendek pendek tapi unyu unyu hehehe.." ucap Cia kepedean
"yess masih tinggi aku donk 166 berat 56 yang berat bukan badan yak .. Nih d**a ama b****g udah serasa pemain bokep asli ".. Ucap Ilya sambil membusungkan d**a nya
"eh iya ya baru nyadar aku kalo kita be 5 kelebihan lemak di bagian itu semua .. Apa ini tanda nya kalo kita akan mendapat sesuatu dimasa depan kayak cowo cowo maco gitu hahaha" balas Cia dengan mata berbinar terang
Memang benar mereka berlima memiliki kelebihan di hal yang membuat orang iri. Namun mereka tidak memamerkannya . Mereka rata rata memakai pakaian tertutup karena malu. Bagaimana pun ini hanya kota kecil tidak sopan bagi mereka yang hanya pelajar.
Jika diurutkan berdasar kan tinggi dimulai dari Nora yang terpendek 150 cm , Cia 163 cm , Ilya 166 , Adair 167 cm dan Anya 169 cm.
Meski hal itu sering mereka jdi kan bahan ejekan namun mereka tahu hal itu lah yang mendekatkan mereka seperti sekarang ini.
"amiin amiin mudahan beneran yah kalo masa depan kita gitu . Aku mau banget cowo yang kulit nya coklat gitu ughhh mantep hahaha".. Tawa Ilya
"nghn.."
Mereka spontan menengok ke arah ranjang Nora . Nora sedang berusaha merenggangkan badan nya lalu terduduk dan menatap mereka bingung.
"Nora udah bangun gimana butuh sesuatu ga?" ucap Ilya
"eh aku kenapa? Aku mau ketoilet aja udah jangan ngalangin ih kebelet tahu kayak aku sakit aja ditanyain gitu" ucap Nora berlari menuju kamar mandi
Ilya dan Cia saling menatap bingung , bukankah memang Nora demam tinggi bahkan pengukur suhu badan tadi full panas nya. Meski memang Nora belum ada bangun sejak dia sakit pagi tadi.
"mmm ya aku pergi ke pantry dulu yah ambil es batu dulu sapa tau Nora entar butuh" ucap Cia yang hanya diangguki oleh Ilya karena masih dalam keadaan bingung.
"memang ada orang sakit parah ampe lupa kalo dia abis sakit pas bangun gitu?" bisik Ilya
Masih bingung dengan keterkejutan nya pasal Nora . Tiba tiba..
"ahkkkkkk!!!" itu suara Cia
Segera saja Ilya yang kaget dan Nora yang baru saja keluar dari kamar mandi menyusul keluar tepat di depan pintu kamar asrama mereka.
Disana Cia terduduk disamping Adair yang terjatuh atau pingsang?
"Cia ada ap-ASTAGA Adair kenapa Cia?" ucap Nora yang spontan langsung menuju kesebalah kanan Adair .
Wushhh..
"ughhh Adair demam ayok cepat dibawah masuk lalu kompres" ucap Nora setelah spontan memegang lengan Adair
Ilya pun segera mengambil es batu di pantry untuk kebutuhan kompres. Masih terkejut dengan kejadian yang begitu cepat tadi.
Baru beberapa menit tadi Adair pamit untuk pergi ke tempat dosen nya namun apa yang mereka temukan . Bukannya pergi, Adair malah tergeletak tak berdaya ditambah demam yang tiba tiba menyerang nya.
Seperti nya memang ada sesuatu dengan demam mereka ini . Seperti saling berhubungan satu sama lain.
"Nora aku mau nanya sekali lagi kamu ingat ga pas kamu demam tadi?" ucap Cia memulai obrolan setelah membantu menidurkan dan mengompres Adair.
"eh aku demam? Masa sih perasaan tidur aja cuma mimpi aja itu pun samar samar" ucap Nora bingung menatap Ilya dan Cia bergantian.
"tau ga ini jam berapa?" ucap Ilya tajam
" jam 9 pagi noh dijam ".. Ucap Nora tenang sambil menunjuk ke arah jam di dinding.
"ini jam 9 malam Nora kamu udah tidur hampir 24 jam kalau diitung ama malam nya " ucap Cia dan Ilya gemes
"hehhh? Hahahahaha kalian ah suka banget becan..da?" ucap Nora pelan setelah melihat kearah jendela yang memang terlihat bulan ditutupin awan walau hanya sebagian.
Seketika Nora terdiam memikirkan hal yang baru saja terjadi. Mengingat ngingat apa yang salah mengapa dia bahkan tidak ingat . Seketika mata nya membulat namun meredup kembali .
"ga ga itu tadi cuma mimpi ".. Ucap Nora dalam hati.
"sudahlah lebih baik kita istirahat besok setelah semua sudh membaik kita bahas kembali yah " ucap Cia menenangkan.
Nora , Cia dan Ilya memilih tidur dibawah kasur antara Aidar dan Anya . Agar jika mereka terbangun yang lain bisa siap tanggap.
Dan hari itupun berakhir dengan tanda tanya besar di pikiran mereka masing masing .