“Ya Allah, cucu Oma sudah kembali.” Mama Rosita menghamburkan diri dengan Puput. Tersenyum lega dan berulang kali mengecup kening lalu turun ke pipi, spontan Puput meringis kesakitan. “Sakit, Oma.” “Kenapa lagi ini?” Mama Rosita menatap lembam di pipi Puput lalu menoleh pada Azka dan Iza, butuh penjelasan. “Rena yang memukul Puput,” ujar Azka. Mama Rosita menegakkan tubuhnya menatap sang anak dengan cukup serius. “Kurang ajar. Pastikan perempuan itu mendekam di dalam penjara! Jangan biarkan dia bebas, apapun alasannya.” “Iya, Ma.” “Aku bawa Puput ke kamar dulu. Dia harus istirahat,” pamit Iza membawa anaknya pergi ke lantai atas. Sementara Mama Rosita menatap Azka butuh penjelasan. “Rena nekad. Dia gak terima aku ceraikan, Ma. Dia pikir sidang akan dimenangkan oleh dia.” “Jadi kep

