Bab 36

1485 Kata

Waktu terus bergulir, Robi masih belum beranjak pada tempat duduknya. Matanya fokus pada layar laptop yang terus saja memunculkan data yang naik turun. Tak hanya dia, semua orang yang ada di sini ikut cemas dengan hasil peperangan hacker. “Berhenti dulu! Sudah azan. Kita shalat dulu, baru setelah itu kita kerja lagi,” titahku menatap semuanya yang menganggukkan kepala, kecuali Robi yang mendesah. “Gak apa-apa. Shalat lebih penting. Mungkin akan datang pertolongan dari Allah.” Dia akhirnya mengangkat b****g mengikutiku pergi ke mushala yang ada di lantai bawah. Kusadari hidup tak selamanya mulus dan semuanya pernah melakukan kesalahan, termasuk aku yang paling jahat atas hidup Iza. Tapi seiring berjalan waktu, aku harus menatap masa depanku sendiri, dan salah satunya aku memperbaiki di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN