dalam langkah gontai dan perasaan kalut reza memberanikan diri menuju satu tempat yang dia sendiri tak yakin apakah nantinya bakal diterima atau tidak. tapi dia harus menguatkan diri. harus....harus berani mengungkapkan semua yang kini dia rasakan. dengan berbekal selembar uang seratus ribuan reza menyetop tukang ojek pengkolan yang hendak berlalu. kini tak ada lagi kemewahan dan fasilitas yang dia miliki, bahkan uang yang ada direkening bank satu satunya miliknya hanya tinggal beberapa ratus ribu saja. malam sudah larut , reza melirik jam yang dia kenakan ditangan kirinya , ini hampir tengah malam tapatnya hampir jam dua belas kurang lima menit. reza tak ingin membuat keributan dirumah mertuanya itu.apalagi dengan penampilanya saat ini yang begitu kacau balau juga masih tercium aroma mi

