Part 178

1117 Kata

****************** Beberapa bulan telah berlalu sejak badai terakhir . Kini, kehidupan keluarga Abraham dan Nina terasa seperti air sungai yang mengalir tenang. Mereka tidak hanya aman; mereka damai. Rumah tepi danau telah menjadi rumah, pusat gravitasi kebahagiaan. Matterhorn, dengan salju abadinya, telah menjadi kenangan manis yang mereka kunjungi dan ulangi setiap tahun, simbol kebebasan yang telah mereka rebut kembali. Babak baru kebahagiaan diukir di tengah kehangatan musim gugur. Hari itu adalah hari pernikahan Jord, putra sulung Abraham, dengan kekasih hatinya, Alisya. Pernikahan itu diadakan di sebuah ballroom kaca yang elegan, terletak di tengah taman yang daun-daunnya mulai memerah, kuning, dan jingga, memantulkan cahaya matahari sore yang lembut. Suasana terasa sakral, dipen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN