Di Rumah Sakit, Arman baru saja masuk ketika dilihatnya Alin sedang berbaring. Sejenak dia meneliti wajah itu, takut jika Alin dalam keadaan sakit lagi. Hanya saja dia lalu menghela nafas lega ketika melihat Alin membuka mata dan tatapannya langsung tertuju pada Arman. “Arman, sedang apa kamu berdiri di situ?” tanyanya tersenyum. Arman melangkah masuk menghampiri, diraihnya tangan Alin lalu menciumnya dengan mesra. Alin pun tersenyum melihatnya, dia memejamkan mata sejenak ketika Arman beralih melabuhkan ciuman hangat di keningnya. “Ada apa?” tukasnya tertawa kecil. Arman tersenyum tersipu sambil duduk di sebelahnya. “Tak ada, aku hanya merasa lega kamu baik-baik saja,” katanya. Alin mengangguk. “Ya, dan yang lebih membahagiakan adalah aku bisa bersama kamu sekarang!” tambahnya. Arm

