Barry duduk di mejanya, matanya kosong menatap layar komputer yang penuh dengan email dan tugas-tugas yang belum selesai. Kantornya yang berantakan mencerminkan suasana hatinya yang kacau. Kemeja-kemeja kotor tergantung sembarangan di kursi dan meja, tumpukan kertas dan dokumen berserakan tanpa urutan yang jelas. Kaca jendela yang kotor hanya memperburuk keadaan, seakan menghalangi cahaya matahari untuk masuk. Semuanya terasa suram. Sudah dua minggu berlalu sejak pertengkarannya dengan Lisa, dan sejak saat itu, Barry merasa seperti terperangkap dalam kehampaan yang tak berujung. Kehidupan pribadinya yang hancur membuat dirinya terlelahkan. Hatinya masih terasa sakit, dan pikirannya berputar-putar tentang apa yang sebenarnya terjadi. Mengenang kembali perselingkuhan Alin dan Arman yang te

