**Bab 101: Renjatan** Di tengah kalimatnya, pria Srigala itu mendadak terdiam. Reaksi Anindira terlalu jelas untuk diabaikan. Ia menangkap sesuatu yang tidak wajar—perubahan mendadak pada raut wajah Anindira, nafasnya yang tertahan, dan tubuhnya yang menegang seolah refleks. Tanpa sadar, pria Srigala itu bangkit dari duduk santainya. Ia tidak tahu… bahwa kata-katanyalah yang memicu semua ini. Ingatan yang selama ini dikubur Anindira dengan susah payah—yang ia kunci rapat di sudut hatinya—kini terkuak begitu saja. Hanya karena satu pertanyaan. Selama ini, Anindira tidak pernah benar-benar memikirkan keberadaan mereka. Tidak pernah berani menoleh ke sana. Namun sekarang, yang muncul di benaknya bukanlah sosok-sosok itu… melainkan perlakuan biadab yang pernah ia terima di Hutan Biru. T

