**Bab 071: Rangsangan** Setelah sekian lama, Anindira dan Halvir akhirnya kembali berjalan berdua. Mereka menyusuri jalur hutan yang landai, menikmati pemandangan sambil memetik buah-buahan liar yang tumbuh subur di sepanjang jalan. Anindira menemukan berbagai jenis berry—warna, bentuk, dan rasanya berbeda-beda. Beberapa kecil dan asam, beberapa lain manis dan lembut saat digigit. ''Wuih… ini enak,'' ujar Anindira sambil terus mengunyah, matanya berbinar. ''Asam dan manisnya lumer barengan di mulutku.'' ''Hei, pelan-pelan makannya,'' seru Halvir memperingatkan. Nada suaranya tegas, tapi bibirnya tersenyum. ''Nanti perutmu sakit. Tidak perlu khawatir kehabisan. Di musim ini tanaman seperti itu berbuah banyak. Aku bisa mencarikan lagi untukmu.'' Anindira mengangguk kecil, tapi tetap saj

