**Bab 148: Perahu** Halvir beranjak dari tempat tidur, dengan berat hati melepaskan Anindira yang masih tertidur lelap dari dekapannya. Ia menarik nafas pelan, lalu keluar, menatap suasana yang mulai sibuk di sekitar desa. ''Apa semua sudah selesai?'' tanya Halvir, matanya menelusuri para warga yang sedang menata diri sesuai rencana yang telah mereka sepakati. ''Ya. Dengan ini sudah selesai… tiga hari, dan kita berhasil menuntaskannya!'' jawab Kaivan dan Keenan, yang ikut bertugas dari awal, wajah mereka memancarkan lega dan kepuasan. ''Dengan ini, kita bisa mengatur jadwal patroli dan penjagaan lebih baik,'' tambah Lais, matanya menyorot Halvir dengan bangga. ''Hebat… seandainya sejak awal terpikir metode ini,'' ujar Ian dan Fritz, saling bertukar pandang dan tersenyum. Beberapa yan

