**Bab 150: Hans Pulang** Mereka bergerak tanpa henti sepanjang malam, tak memberi waktu untuk beristirahat, agar setiap menit bisa dimanfaatkan. Saat fajar memecah kabut di atas Desa Hutan Biru, mereka sudah tiba kembali. Setibanya di rumah, langkah mereka cepat naik ke lantai atas. Hans dan Gavriel telah mendengar hampir seluruh cerita yang terjadi saat mereka tidak berada di desa—melalui kabar yang menempel di perjalanan. ''Anindira…'' sapa Hans, matanya berbinar, lalu menyambar Anindira dengan pelukan hangat, gemas tak tertahan. ''Kak Hans!'' seru Anindira, terkejut sekaligus lega melihat Hans baik-baik saja. ''Gavriel!'' lanjut Anindira, matanya bergerak cepat mencari di belakang Hans, membuat Hans menatapnya heran. ''Apa yang terjadi? Kak, di mana Gavriel?!'' Hans menatap Anindi

