**Bab 159: Resiko** Dalam hitungan ketiga, Hans melempar kayu yang terbakar. Begitu kayu itu beradu dengan campuran dua bahan tersebut— BOOM. Percikan keras meletup, mirip ledakan petasan, disusul semburan api besar yang menyala sesaat sebelum padam. Suara itu menggema singkat di tengah hujan. Hans dan Gavriel refleks menegakkan seluruh bulu mereka. Jantung mereka berdegup keras, naluri liar langsung melonjak. ''Dira, apa itu?!'' seru Hans melongo. Dadanya masih naik turun, degup jantungnya belum kembali normal. Gavriel bergerak lebih cepat dari pikirannya sendiri. Ia langsung meraih Anindira, memeluknya erat, memposisikan tubuhnya sebagai perisai di depan wanita itu. Hans ikut bergerak menutup sisi lain, naluri melindungi mereka bekerja tanpa komando. ''Kalian lihat itu?!'' Anindi

