**Bab 144: Banjir** Dua hari berlalu, namun ketinggian air bukannya surut—justru perlahan, nyaris tak terasa, terus naik. Halvir dan Ruvi adalah yang paling cepat menyadari risiko dan konsekuensi jika keadaan ini dibiarkan berlarut. Meski hujan mulai menurun intensitasnya, kegelisahan di d**a mereka tidak ikut mereda. Permukaan air sudah berada di tingkat yang tidak wajar. Terlalu tinggi. Namun pilihan mereka nyaris tidak ada. Mustahil menyerahkan tugas penyelidikan pada sekelompok remaja dengan pengalaman minim, terlebih di tengah ancaman invasi ular dan buaya raksasa yang kini muncul tanpa peringatan. Para pria dewasa—yang biasanya menjadi garda terdepan—sebagian besar sedang berada di Hutan Larangan. Desa kini berada dalam kondisi rapuh. Setiap rumah tangga hanya menyisakan satu

