**Bab 080: Emosi yang Saling Mengikat** Saat mereka berjalan bersama Hans, Gavriel tiba-tiba tersentak, langkahnya terhenti seketika. Dadanya berdebar tidak menentu. Ia merasakan kebahagiaan Anindira, namun cemburu yang mendalam bergemuruh di dalam d**a—satu perasaan yang ia coba sembunyikan sekuat mungkin. ''Hans…'' panggilnya, suaranya lemah, hampir serak, ''Kita bisa… pelan-pelan saja…'' Wajahnya menegang, garis-garis ketegangan jelas terpampang, seakan menahan gelombang emosi yang ingin lepas. Hans menatapnya tajam, keheranan bercampur kekhawatiran. ''Ada apa? Kau… sakit?'' Gavriel tidak langsung menjawab. Hans menatapnya lebih lama, mencoba membaca gerak-gerik tubuhnya—cara bahunya menegang, genggaman tangannya yang tak sadar mengerut. Sesuatu tak beres. ''Kenapa melambat?'' tany

