**Bab 117: Portir** Halvir kembali ke titik peristirahatan dengan membawa dua gerobak. Gerobak pertama berisi tembikar—bersama tiga kendi besar kiriman Raja Singa. Gerobak kedua penuh dengan keperluan sandang Anindira, lengkap dengan aksesori yang tertata rapi. Hans sudah menunggu. Sebuah gerobak lain berdiri di dekatnya, sarat dengan stok makanan, rempah-rempah, dan obat-obatan. Di samping Hans, seorang pria muda bertubuh kekar tampak tengah berbicara serius dengannya. “Kalian sudah kembali?” tanya Hans. Tangannya terangkat mengelus kepala Anindira dengan lembut. “Anindira, tunggu di sini dengan Lila. Aku harus bicara dengan Halvir,” lanjutnya sambil menunjuk sebuah batu besar. Anindira mengangguk kecil, menurut tanpa protes. Hans tersenyum melihat kepatuhannya, lalu memberi isyara

