Iksan pulang ke rumah dengan perasaan tidak menentu. Pemuda itu berharap agar orangtuanya bisa mengerti akan perasaan cintanya kepada Farida. Pemuda itu tadi di kantor tidak sempat bertemu dengan Papanya karena kesibukannya dan malam ini juga dia pulang lembur karena pekerjaannya baru bisa selesai. Rasanya Iksan ingin bertemu dengan Farida tetapi pemuda itu harus bisa menahan diri dulu, ini semua untuk kebaikan mereka berdua. "Malam Pa.. , Ma.., " ucap Iksan ketika bertemu dengan orangtuanya yang telah duduk di depan meja makan. "Buruan mandi nak, Papa sama Mama akan tunggu kamu biar kita bisa makan malam sama-sama," ucap Retno lembut kepada anak tunggalnya itu. "Iya Ma.. , sebentar..," Iksan segera berlalu menuju ke kamarnya untuk mandi. Beberapa saat kemudian pemuda itu muncul di ru

