Chapter ini mengandung adegan kekerasan yang sangat tidak pantas dicontoh dalam kehidupan nyata. Sebagian pembaca mungkin merasa tidak nyaman saat membaca chapter ini. Kebijakan pembaca dibutuhkan dalam membaca chapter ini. Ctak Ctak Ctak Mia mengigit keras bibirnya saat ayahnya lagi-lagi datang hanya untuk mengayunkan cambuk kesayangannya pada tubuh kurusnya yang meringkuk di lantai dingin. Tubuh Mia gemetar karena dia terus-menerus harus menahan rasa terbakar dan sakit yang ditimbulkan oleh setiap cambukan yang dia terima. Mia tahu dia tidak boleh menangis atau memohon. Jika dia bersuara, ayahnya akan semakin marah dan memukulnya lebih lama lagi. Mia diam-diam menghela nafas lega saat tubuhnya akhirnya tidak lagi mendapat pukulan cambuk lain. Mata bulatnya perlahan terbuka, saat w

