Chapter ini mengandung adegan kekerasan yang tidak pantas ditiru oleh para pembaca. Di malam hari yang sepi, seorang wanita dengan terburu-buru mengemasi barang-barangnya seakan dia tengah dikejar oleh hantu. Wanita itu bahkan sejenak mengabaikan tangisan dari bayi yang kini tidur di kamarnya. Mereka harus cepat, jika mereka masih ingin melihat matahari di hari esok. Gia, wanita itu sebenarnya tahu dia tidak akan bisa hidup lama jika dia mengikuti rencana gila Anna pada hari itu. Tapi dia juga seorang wanita, yang tahu betapa tersiksanya mereka jika harus menikah dengan pria yang tidak mereka cintai. Gia mengambil keputusan sembrono dengan tetap mengikuti rencana Anna. Wanita itu membawa kabur putri kandung satu-satunya milik seorang pemimpin kelompok mafia yang terkenal kejam dengan

