"Aku pulang." "Bos!" Enzo yang baru saja kembali langsung mengerutkan alisnya saat Lily berlari menyambutnya dengan wajah khawatir. Pipi wanita itu sedikit memerah, sementara keringat mengalir di pelipis mulusnya. Lily baru hendak melanjutkan kalimatnya, saat Enzo terlebih dahulu malah mendekatinya cepat untuk memegang dahi wanita itu dengan lembut. "Kamu demam Lily. Kenapa kamu tidak memanggil dokter atau memanggilku sejak pagi? Sejak kapan kamu mulai sakit huh? Aku sudah mengingatkanmu untuk tidak memaksakan dirimu mengerjakan banyak tugas sekaligus bukan?" ujar Enzo dengan khawatir. Panas wanita yang ada di depannya itu sangat tinggi, namun Lily dengan keras kepala malah menggeleng dan secara tidak terduga melepaskan tangan Enzo dari keningnya. "Keadaanku saat ini tidak begitu pen

