"Tenangkan pikiranmu sampai makan malam nanti. Aku tidak ingin lagi melihat wajah kacaumu itu, saat aku memanggilmu untuk makan malam nanti." Mia menghela nafas panjang saat dia akhirnya ditinggal sendirian di kamar besar yang menjadi tempatnya beristirahat selama ini. Dengan lesu gadis itu beranjak untuk pergi ke kamar mandi. Seperti hari-hari sebelumnya, Mia akan langsung pergi mandi begitu dia kembali dari kegiatannya yang harus menemani ayahnya di segala urusan. Dengan mata tertutup Mia mulai membersihkan dirinya dengan sabun mandi pilihan ayahnya. Tubuh gadis itu bergetar ringan, saat bayangan mata-mata nakal yang seakan menelanjanginya tergambar jelas di benaknya saat ini. Sebulan ini dia sudah memiliki kemajuan yang hebat dan mampu bertahan di samping ayahnya tanpa banyak masalah

