Chapter ini menggambarkan adegan kekerasan yang implisit. Cerita ini hanyalah karangan semata dan tidak pantas ditiru di dunia nyata. Dor Seolah-olah waktu tiba-tiba berjalan lambat, David menyaksikan saat tubuh Anna perlahan-lahan jatuh tepat di depan matanya. Pikiran David kosong saar dia tiba-tiba berlari untuk mencapai kamarnya sendiri, dan memastikan bahwa Anna hanya mempermainkannya saja pada saat ini. David tidak pernah berlari secepat dia berlari pada saat itu. Dia membuka pintu kamarnya sendiri dengan putus asa, dan akhirnya melihat tubuh Anna yang bersimbah darah di balkon kamarnya. Mata David perlahan memerah seperti dia tengah kerasukan saat dia melangkah dengan gontai menuju tubuh Anna yang tergeletak di ujung sana. Perlahan David memeriksa tubuh itu, hanya untuk menemuka

