SEASON 1 JULIA Chapter 14 Sibuk

1167 Kata
SEASON 1 Chapter 14 Sibuk Julia sibuk menghitung kerugian akibat kemalingan. Ia akan mengajukan klaim asuransi. Ia bener benar tidak sempat beristirahat, sampai sampai ia melewatkan makan siang. Ia sudah menyuruh Theo membantu mengecek gudang yang kemalingan, sambil melihat sisa barang yang tidak diambil. Novie membantu mengurus laporan ke polisi. Semua sibuk termasuk para pegawai. Mereka takut jika kerugian terlalu besar perusahaan akan mengurangi pegawai, sehingga mereka juga cemas memikirkan keadaan diri mereka sendiri selain keadaan perusahaan. Orang tua Julia juga sudah diberitahu mengenai hal ini. Mereka sudah menelepon Julia beberapa kali menanyakan keadaan di perusahaan. Theo sudah meminta papa mama untuk bersabar menunggu kabar selanjut. Tapi mereka tidak tenang hanya duduk manis menunggu saja. Julia yang sibuk hanya memberitahukan secara singkat saja mengenai keadaan perusahaan yang baik baik saja. Ia tidak berniat membuat orang tuanya cemas. Ia takut mereka mengalami shock akibat masalah ini. Ketika Julia sedang sibuk mengatur karyawan, tiba tiba hp nya berdering. Julia melihat layarnya tertulis Elias. Sebenarnya Julia tidak berniat menjawabnya tapi ia tidak mau di telepon terus menerus. Akhirnya ia menjawab "Hallo" "Hallo Julia, ini Elias saya ada di depan butik kamu" "Apa??kenapa ke sini? Sorry saya lagi tidak sempat menemani kamu, saya lagi sibuk banget hari ini" "Iya saya tahu kamu sibuk maka nya saya ke sini mau membantu kamu" "Tapi di kantor lagi kacau karena ada masalah" "Julia, saya sudah dengar masalahnya dari mama kamu, saya ke sini benar benar ingin membantu" Julia tidak bisa mengusir niat baik Elias yang ingin membantunya. Mungkin Elias benar benar bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Ia akhirnya buru buru menuju ke depan butiknya. Elias sudah menunggu di sofa lobi butiknya. Julia segera menghampiri Elias. "Elias, terima kasih banyak sudah mampir kesini, maaf sudah menganggu kerjaan kamu" "Oh, nga apa apa, ini di pabrik saya juga lagi ada waktu luang, kerjaan lagi tidak terlalu sibuk disana" "Bagaimana situasi di gudang tempat kejadian?" "Theo yang mengurusi keadaan disana, Theo sudah mendapat laporan dari karyawan yang bertugas mengawasi gudang, mereka mengatakan tadi malam kejadiannya tidak ada yang tahu bagaimana bisa kebobolan padahal sudah ada yang jaga" "Apakah yang bertugas tadi malam sudah di introgasi? "Menurut Theo yang bertugas tadi malam tiba tiba saja menghilang tanpa jejak, mereka sudah berusaha menghubungi dan mencari di rumahnya tapi sepertinya memang sudah kabur" "Berarti ini kerjaan orang dalam, kamu sudah lapor ke polisi? "Novie sudah ke kantor polisi sampai sekarang masih disana" "Apa yang kamu kerjakan sekarang?" "Saya lagi menghitung jumlah barang yang hilang dan mencoba mengatur ulang jadwal pengiriman barang" "Iya kamu harua menghubungi customer kamu, coba kamu negosiasi bagaimana pengiriman yang tertunda gara gara masalah ini" Julia yang mendengar saran dari Elias segera mengajak Elias ke kantornya. Disana Julia memerintahkan karyawannya untuk menghubungi para customer yang pesanannya harus tertunda pengirimannya. Elias yang melihat Julia sibuk mengatur karyawannya duduk mengawasinya. Setelah para karyawan mencoba menghubungi para customer, Julia segera kembali ke meja kerjanya. Ia segera kembali melanjutkan pekerjaannya. Elias yang duduk di depan meja nya terlihat mengetak ngetik hp nya. Tiba tiba Elias bertanya ke Julia, "Saya ada kenalan polisi mungkin mereka bisa membantu kamu" "Saya pikir tidak perlu karena Novie sudah melapor ke kantor polisi, takut nanti malah kacau" "Mungkin dari pihak saya lebih cepat kalau dari kantor polisi harus melalui proses dulu" "Ok kalau Elias pikir lebih cepat seperti itu" "Tapi saya tidak menjamin akan ketemu pencurinya, tapi saya akan usahakan ketemu" Elias segera menghubungi pihak tersebut, Julia mendengarkan Elias meminta bantuan dari pihak sana. Julia juga berharap pencuri tersebut segera tertangkap, tapi ia pesimis barang barang yang di curi dapat di temukan lagi. Melihat Elias yang sibuk menelepon, ia kembali melanjutkan pekerjaannya. Ketika ia tenggelam dalam pekerjaannya, ia tidak tahu sudah berapa lama ia sibuk bekerja. Julia melihat Elias keluar dari kantornya dan ia tidak memperhatikan, tiba tiba saja Elias kembali masuk dengan membawa beberapa kotak makan. "Julia, kamu istirahat dulu, dari pagi kamu sibuk bekerja, ini sudah jam 3 tapi kamu belum makan sesuatu dari tadi" "Ini saya sudah membeli makanan, cepat kamu makan mumpung masih hangat" "Kalau tidak makan bagaimana kamu bisa terus bekerja, kamu perlu tenaga yang cukup, mungkin kamu hari ini lembur kerja sampai malam" Julia yang mendengar perkataan Elias segera menghentikan pekerjaaannya. Ia mengambil salah satu kotak makanan yang dibawa oleh Elias, ternyata Elias membeli nasi hainam. Julia segera menyantap makanannya, Elias yang melihat Julia makan ikut makan juga. Mereka makan sambil bercakap cakap ringan mengenai masalah yang mereka hadapi. Julia lebih banyak diam mendengarkan Elias yang berusaha menyemangatinya. Julia sebenarnya senang dengan kehadiran Elias, ia merasa ada yang menemaninya di saat saat dirinya butuh teman yang membantu dan memberinya semangat. Karena Julia terlihat tidak semangat, Elias berusaha memberikan hiburan dengan leluconnya. Julia kadang tersenyum kadang melamun. Elias hanya berharap Julia tidak stress akibat memikirkan masalah ini. Setelah makan Julia segera bekerja kembali, Elias ikut membantu memberikan tugas ke karyawan dan membantu menghubungi pihak customer. Ketika jam 7 malam, Elias memesan makanan untuk mereka berdua juga sekalian memesan makanan untuk karyawan yang lembur. Karyawan yang mendapat traktiran makan sangat senang dan semangat dalam bekerja. Para karyawan terlihat akrab dengan Elias, mereka tampak senang dengan kehadiran Elias. Julia sudah tahu mengenai sifat Elias yang cepat akrab dengan orang lain, ia pandai memulai percakapan. Baik dengan orang yang lebih tua atau yang lebih muda. Juga dengan para karyawan atau dengan boss boss kalangan atas. Semua bisa cepat klop dengan Elias. Julia makan nasi goreng seafoodnya sambil mendengarkan percakapan antara Elias dengan karyawannya. Julia tidak ikut dalam percakapan tersebut, bukan ia menjaga gengsi atau apa tapi ia sedang tidak mood, jadi ia hanya ikut mendengarkan saja. Elias sudah berusaha mengajak Julia ikut bergabung tapi sia sia saja. Julia hanya tersenyum saja kalau diajak nimbrung. Mungkin pikiran Julia yang masih memikirkan kerugian perusahaan membuatnya malas ikut serta. Ketika semua selesai dengan makan malam yang sederhana hanya nasi goreng abang abang tapi semua mendapat tambahan energi untuk kembali bekerja. Julia kembali menuju ke arah meja komputernya, ketika ia hampir duduk tiba tiba ia merasa kepalanya terasa berat. Julia buru buru memegang meja didekatnya. Pandangan Julia sudah terlihat kabur dan berkunang kunang. Ia segera duduk di kursinya. Keringat dingin sudah terlihat di dahinya. Ia berusaha memijat kening kepalanya untuk mengusir sakit yang mendera kepalanya tersebut. Elias yang juga kembali ke tempat Julia melihatnya terlihat tidak seperti biasanya segera mendekati Julia. "Julia, ada apa? Apakah kamu tidak enak badan? Muka kamu pucat sekali" "Tidak tahu, ini tiba tiba saja kepala saya terasa berat, pandangan saya berkunang kunang" "Kamu mungkin kecapean dan stress, lebih baik kamu pulang ke rumah beristirahat, keadaan kamu sedang tidak fit, bagaimana kamu bisa bekerja saat ini" "Tapi masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, saya tidak bisa meninggalkannya" Julia berusaha menolak anjuran Elias untuk segera pulang, ia masih saja ingin melanjutkan pekerjaannya. "Saya hanya kecapean saja, sebentar lagi juga sudah tidak apa apa" Elias yang mendengarkan jawaban Julia tidak percaya dengannya. Ia melihat Julia benar benar tidak dalam kondisi yang baik. Tapi ia tidak bisa memaksa Julia jadi ia mengikuti kemauan Julia sambil mengawasinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN