Satu jam kemudian Wulan memang kembali. Namun sesampainya ia di kantor Bhumi, gadis itu heran ketika tidak menemukan atasannya, bahkan di studio empat tempat dirinya seharusnya sedang live. Ia sampai harus dua kali bolak-balik untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah lihat. Memang dirinya ternyata tidak salah lihat. Bhumi tidak ada di ruangannya, juga di studio empat. Kepada penanggung jawab acara di ruang berita, Wulan hanya mendapat kedikan di bahu. Sehingga satu-satunya solusi adalah menelepon Bhumi. Namun baru saja hendak menekan tombol panggil, satu pemikiran mampir dikepalanya. Buat apa nelepon pak Bhum? Orangnya pasti sudah tahu jadwal kerjanya. Kalau sampe ngilang, berarti resiko ditanggung sendiri, kan? Tetapi, Wulan masih saja memandangi layar ponselnya dengan galau. Ka

