Saat koper terakhir diturunkan dari bagasi mobil Bhumi, tanpa ragu ibu Wulan mengajak pria tampan itu untuk mengikuti mereka ke dalam rumah. Bhumi pun tidak menolak. Ia bahkan dengan senang hati mengangguk saat diajak oleh bapak Wulan untuk berjalan bersamanya. Mereka bahkan sesekali tertawa karena sempat mengulang kembali obrolan yang terjadi saat masih berada di dalam mobil tadi. Sementara di belakang, Wulan yang memandangi punggung bapak dan atasannya itu hanya bisa tercenung, tidak percaya bahwa begitu mudah kedua orang tuanya terjerat dalam pesona sang atasan yang pandai bicara, memelintir kata hingga membuat orang tua manapun senang meladeninya. Apalagi jika salah dua dari mereka begitu up to date dengan topik terkini. Ya, setelah tahu bahwa sang penjemput yang mengaku-ngaku (wal

