Dua hari kemudian Sharletta dan Dhira keluar tempat bimbel dan berpisah di sana. Dhira pulang ke rumahnya dengan angkot, sedangkan Sharletta dijemput oleh Arion. Pria itu sudah menunggu di ujung jalan yang agak jauh dari kerumunan anak-anak. Letta mendekat dan tersenyum padanya. Pria itu pun membalasnya dan memakaikan helm. “Benar, sudah izin sama papa?” tanya Arion. Letta mengangguk dengan yakin. “Asalkan nggak malem-malem pulangnya, kata papa.” “Oke, nanti aku antar pulang setelah makan malam, ya?” “Makasih, Ayon,” ucap Sharletta dengan anda sedikit manja. AAriontiba-tiba melepas jaketnya untuk dilingkarkan di pinggang Letta. Gadis itu terkejut karena Arion sangat peka. Pria itu tidak mau paha mulus Letta ke mana-mana karena gadis itu masih memakai rok sekolah. Sedangkan motornya ti

