#37 - Sebuah Jarak

1434 Kata

Gadis berambut panjang yang bergelombang itu melempar ransel ke sembarang arah di kamarnya dan menjatuhkan diri ke atas ranjang. Napasnya begitu berat. Hari ini dia begitu lelah. Dia memejamkan matanya sejenak dan menarik napas dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Dia merasa sangat kecewa, tapi juga sedih karena harus bertengkar sehebat itu dengan Arion. Seketika dia teringat ciuman Oxel yang sangat lembut. Bibirnya jadi tersenyum, hatinya berdesir, bahkan dalam perutnya seperti ada kupu-kupu terbang. Lalu, dia teringat soal makanan yang dimasak Oxel. Dia merogoh ponsel dan mencolokkannya pada kebel penambah daya. Dengan cepat dia menyalakan ponsel dan banyak notif chat serta panggilan tak terjawab dari Arion. Dia malas membukanya, dan langsung menyusuri browser untuk mencari tahu kebena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN