Jayme baru tiba di rumah saat hari sudah larut. Namun, tak ada sambutan dari Marion maupun Zanara. Mungkin keduanya sudah terlelap, Jayme tak ingin mengganggu, sehingga ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Malam ini ia ingin tidur dengan nyenyak tanpa memikirkan pekerjaan atau apa pun. Ia sudah cukup berkutat dengan semua itu sejak siang tadi, sedikit waktu beristirahat mungkin tak ada salahnya. Baru saja ia menutup pintu kamarnya, lamat-lamat ia mendengar suara Zanara yang sepertinya tengah berbincang dengan seseorang di telepon. Bukan bermaksud untuk menguping, tetapi ia tak mampu menahan rasa ingin tahu dengan siapa wanita itu bicara. "Shie, sungguh, kau sama sekali tidak memberi solusi. Aku serius, ini bukan hal yang bisa kau tanggapi dengan main-main! Nasibku dan Marion ada di

