Olin menahan nafasnya saat sesuatu yang dingin bergerak diatas perutnya. Matanya tak henti-henti menatap ke arah monitor di samping ranjang, sementara telinganya mendengarkan suara detak jantung si bayi yang berkembang di perutnya. Benak Olin seketika menghangat. Seperti biasanya, ia akan menangis haru saat melihat perkembangan bayinya. Meskisudah sering melihatnya, Olin tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia kemudian menoleh saat Dimitri menggenggam tangannya. Pria itu sama bahagianya dengan Olin. "Bayinya sehat, ukurannya juga normal." Ucapan Dokter Pricile membuat Olin dan Dimitri menoleh. "Tinggal menunggu satu bulan lagi." Ucap Dokter Pricile sambil membersihkan gel dari perut Olin. "Apa kalian tidak ingin tahu jenis kelamin si bayi?" Dimitri menggeleng. "Tidak perlu, Dok. O

