Setelah acara pernikahan usai dan semua orang yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut pulang, Mama Serly memberitahukan kepada Rain dan Kai kalau mereka berdua akan tetap tidur terpisah sampai Rain minimal berusia 19 tahun. Kakek Pratama pun mengatakan mulai saat ini dan seterusnya Rain harus belajar untuk mematuhi perintah Kai sebagai Suaminya. Dan mulai besok Kai sudah resmi bisa bekerja di Kantor Kakek Pratama.
Selain itu mulai besok Kai pun hanya bisa mengantar Rain ke Sekolah saja, Sementara untuk pulang ke Rumah Rain akan di jemput oleh Supir atau ojek online. sekarang pun jika Rain akan pergi harus selalu memberitahukannya kepada Kai.
"Syukurlah hari ini sudah terlewatkan dengan cepat dan masih tersisa 364 hari untuk menjalani hidupku yang penuh ke pura-puraan di hadapan Kakek dengan berstatus Istri, Om Kai," kata Rain sambil menatap pantulan dirinya di cermin setelah mandi. Ya gadis itu berusaha kembali bersikap cuek dengan apa yang terjadi hanya untuk membahagiakan dirinya.
Ketika Rain sedang berbicara dengan pantulan dirinya di cermin, seseorang mengetuk pintu kamarnya hingga ia beranjak bangkit dari meja riasnya menuju pintu.
"Kakek, ada apa?" tanya Rain yang saat itu sudah membuka pintu kamarnya.
"Boleh Kakek masuk ke dalam?" tanya Kakek Pratama.
"Ya tentu saja karena ini Rumah Kakek bukan?" kata Rain sambil tersenyum dan mempersilahkan sang Kakek masuk ke dalam kamarnya. Kakek Pratama pun masuk ke dalam kamar Rain dan duduk di pinggir tempat tidur serta menatap Cucunya.
"Ada apa Kakek kenapa menatapku seperti itu?" tanya Rain heran.
"Tidak apa- apa hanya saja Kakek sangat berterima kasih kepadamu karena sudah mau memenuhi permintaan terakhir Kakek untuk menikah dengan Kai," kata Kakek Pratama sambil meraih tangan Rain dan menggenggamnya.
"Kok permintaan terakhir sih Kek, jangan mengatakan hal itu ya lagi pula Kakek masih akan hidup seribu tahun lamanya dan selama itu Rain janji akan selalu menuruti perkataan Kakek," kata Rain dengan sedikit bercanda karena ia tak ingin sang Kakek mengatakan banyak hal buruk yang tidak ingin gadis itu dengar.
"Kamu memang selalu bisa ya buat Kakek tertawa," kata Kakek Pratama sambil tertawa kecil dan mengusap puncak kepala Rain hingga gadis itu pun ikut tertawa.
"Tapi Rain mulai hari ini jika kamu merasa sedih atau pun kecewa ceritakan semua masalahmu dengan Kai saja ya," kata Kakek Pratama.
"Dengan Om Kai? itu tidak mungkin lagi pula Rain masih punya Kakek," kata Rain manja sambil memeluk tubuh sang Kakek.
"Mulai saat ini jangan panggil Om jika tidak ada siapa pun selain kita Rain, mungkin kamu bisa memanggil namanya atau panggilan mesra lainnya karena sekarang dia adalah Suamimu," kata Kakek Pratama yang membuat Rain segera melepas pelukannya dari sang Kakek serta menggelengkan kepala di hadapan beliau yang kembali membuat Kakek Pratama tertawa.
"Rain, pokoknya kamu harus melakukan hal itu ya agar nanti kalian bisa semakin terbiasa panggil Sayang mungkin atau minimal panggil dia dengan sebutan Mas," kata Kakek Pratama yang membuat Rain ingin muntah saat mendengarnya.
"Tapi Kek,"
"Rain kamu tahu alasan Kakek menjodohkan kalian berdua?" potong Kakek Pratama yang ingin bicara serius.
"Rain tidak tahu hal itu Kakek," jawab Rain.
"Karena Kakek ingin kamu membantu Kai untuk menemukan Keluarganya yang telah meninggalkan dirinya yang masih sangat kecil di depan pintu gerbang rumah ini," kata Kakek Pratama yang membuat Rain terkejut saat baru mengetahui hal tersebut. Gadis itu tak habis pikir mengapa ada orang yang tega meninggalkan anaknya di depan rumah orang lain.
"Kenapa kita harus mencari dan menemukan Keluarga Om Kai maksudku Mas Kai? bukankah lebih baik kita tidak mengorek luka kama darinya selain itu pasti Mas Kai do tinggalkan dengan sengaja bukan?" tanya Rain yang mengungkapkan rasa pedulinya dengan Kai karena merasa tidak adil bagi lelaki itu yang sudah di tinggalkan oleh Keluarganya.
"Kakek hanya ingin Kai tahu bagaimana Keluarganya tapi itu pun jika kita bisa menemukannya kalau tidak Kakek tidak akan memaksanya," kata Kakek Pratama. sejak hari itu beliau seakan merasa ada hal yang berbeda dari Kai terkait Keluarganya yang mungkin saja ingin di temui nya. Kakek Pratama juga yakin kalau Kai tidak berani mengatakan hal ini karena memang tidak ingin menyinggung dirinya yang sudah merawat dan membesarnya.
Gadis itu terdiam sejenak, jika ia berada di posisi Kai saat ini pun mungkin ia akan mencari keluarganya bahkan kedua orang tuanya. Rain pun akan memberikan pertanyaan kepada mereka terkait mengapa mereka membuang dirinya begitu saja? Kenapa ia dilahirkan kalau dirinya harus di sia- siakan seperti ini. tetapi di sisi lain ia bingung harus mulai dari mana untuk membantu Kakek mencari Keluarga Om Kai.
"Oh ya Rain, setelah makan malam nanti kamu akan belajar di temani oleh Kai di ruang kerja Kakek ya, selain itu setiap pagi kamu harus sudah mulai mengurus segala keperluan Kai seperti pakaian yang akan ia kenakan di Kantor serta belajar membuat sarapan ya Rain," seru Kakek Pratama yang kembali membuat Rain terkejut.
"Tapi Kek, Om Kai sudah berusia sekitar dua puluh enam tahun tapi mengapa aku harus menyiapkan segala keperluannya?" tanya Rain yang tidak habis pikir karena dirinya harus repot- repot melakukan itu semua.
"Kamu harus ingat kalau Kai adalah Suami jadi segala sesuatu keperluannya kamu yang menyiapkan," kata Kakek Pratama dengan tegas.
"Tapi Kek,"
"Rain jangan membantah lagi ya atau kamu mau Kakek kembali sakit seperti kemarin?" tanya Kakek Pratama yang membuat gadis itu terdiam tanda ia menyerah.
"Baiklah, Kakek rasa kanu sudah mengerti, kalau begitu sekarang Kakek keluar dari kamarmu ya, Rain," pamit sang Kakek yang di jawab anggukan oleh Rain. lalu Kakek Pratama bangkit dari duduknya di bantu oleh Rain setelah itu beliau pergi, Gadis itu pun langsung menutup pintu kamarnya.
"Apakah selama tiga ratus enam puluh empat hari semuanya akan melelahkan nantinya? ataukah selama itu kewarasan ku sudah menghilang?" tanya Rain pada dirinya sendiri sambil membuang nafas kasar. Tapi entah kenapa Rain merasa tertantang untuk mencari Keluarga Kai.
belum sempat gadis itu memikirkan sebuah cara untuk mencari Keluarga Kai, gadis itu mendapat panggilan telefon dari Bintang yang membuatnya bersemangat sekali hingga melupakan hal itu.
"Halo Bintang, ada apa?" tanya Rain setelah menjawab panggilan telefon dari lelaki yang sangat ia cintai tersebut.
"Halo juga Rain, apakah aku mengganggu dirimu?"tanya Bintang basa-basi sebelum akhirnya mereka berdua mengobrol panjang lebar.