"Di mana Mia?" Maya benar-benar tidak menyangka kalau sang nenek mendengar apa yang dirinya katakan. Dalam keadaan yang kritis dan tidak sadarkan diri, ternyata setiap kata yang diucapkan oleh Maya maupun kakek terdengar. "Kayaknya nenek harus berbangga diri karena semua yang kakek katakan itu berdasarkan rasa cinta buat nenek. Ternyata dia secinta itu sama nenek, makanya Nenek gak jadi pergi." "Emang nenek mau ke mana sih?" tanya Maya sambil memutarkan bola matanya malas. Dia kembali menyuapi sang nenek yang terus tanya di mana keberadaan Mia. "Ini janji antara kita ya, Nek. Nggak boleh ada yang tahu dan nggak boleh bilang sama siapapun. Karena Kak Mia nggak mau siapapun tahu tentang hari ini." "Emangnya dia nyembunyiin apa? nyampe enggak mau orang lain tahu perihal keberadaannya saj

