Sebuah kenyataan

3324 Kata

Mengusap rambut Adrian yang lepek karena sehabis bermain langsung tertidur. Secara tidak elite, anak itu tidur di sekat antara dapur dan juga ruang keluarga dimana dirinya sedang tidur dengan posisi tengkurap sambil memainkan mobil mobilan kemudian tidur begitu saja. Maya menggelengkan kepalanya, kadang heran juga dengan tingkah anaknya ini. “Mas, pindahin dia ya.” Allen yang sedang bermain dengan Jullian itu menghentikan tawanya dan menoleh pada Maya. Mata Allen seolah bertanya, pindahin apa? Ketika Allen melangkah, dirinya dikejutkan dengan Adrian yang tertidur di sana dengan begitu mudahnya. Menarik perhatian kedua kakaknya yang langsung ke sana dan menutup mulutnya. “Ngiler!” teriak Jullian. “Foto cepat foto,” ucap Irene yang masih memiliki ketengilan, mengambil ponsel milik sang D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN