Maya mengantarkan sang Nenek pulang ke rumah setelah Neneknya merasa lebih baik. Dengan mendorongnya di kursi roda, mengarahkan sang Nenek untuk ke kamar. Namun, Neneknya menolak. Ingin pergi ke dapur, ingin melihat bagaimana makanan hasil fermentasinya untuk dia berikan pada Mia jika bertemu nanti. Maya menuruti. Setelah di dapur, sang Nenek mengusirnya. “Udah kamu gak usah ngurusin Nenek, sana istirahat aja. tungguin suami kamu jemput.” Dikarenakan Allen dan juga Kakek datang terlambat. Mereka memiliki urusan tersendiri yang tidak bisa diganggu. “Gak papa, berdiri di sini gak bikin aku capek kok, Nek.” “Nggak gitu, kamu lagi hamil. Inget kandungan kamu. Sana duduk. Biarin Nenek di sini sama pelayan.” Atas keterpaksaan sang nenek, akhirnya Maya memilih untuk pergi ke kamarnya. Dia dud

