“Nggak mau,” ucap Adrian yang membuat Jullian segera memberikan tatapan yang taajam. “Abang, Ian gak mau.” Mengadukan kembali pada sang kakak karena enggan untuk mengundang tetangganya yang kemarin dengan berani beraninya itu menciumnya. “Ih, adek ini gemes ya. lucu, Kakak jadi suka,” ucapnya seperti itu sebelum mendaratkan kecupan di pipi Adrian. Mengerikan sekali untuk Adrian, sampai membuatnya menahan tangisan. Tidak boleh ada yang menciumnya kecuali sang Mommy. Mana sekarang ketiga anak itu dipinta oleh Mommy mereka untuk mengantarkan maakanan ke rumah tetangga yang baru saja pindah. Dan itu dihindari oleh Adrian. “Sana, Kakak sama Abang aja yang ke sana.” “Nggak, kan Ian udah pinjem mainan punya Kakak, punya Abang juga. Jadinya sekarang disuruh.” Irene yang mengatakannya. Melihat

