“Yakin gak mau kemana mana lagi?” Tanya Rendy memastikan. Setelah membeli bunga dan juga beberapa oleh oleh untuk sang anak, karena Mia sebelumnya mengatakan kalau dia enggan untuk berhenti di manapun. Dia ingin langsung pulang setelah berkunjung pada kedua orangtuanya. “Gak, udah cukup ini banyak oleh oleh.” “Mau dianter gak?” “Gak usah. Kamu di sini aja, jangan ngintip jangan dengerin juga. Gak sopan,” ucapnya menatap tajam pada Rendy. Ya ampun, padahal Rendy belum melakukan apapun. Jadi pria itu menghentikan mobil di pinggir jalan raya, dirinya menunggu di dalam mobil sementara Mia melangkah menuju tempat orangtuanya di kubur. Sementara menunggu, Rendy mulai merasakan sesuatu menggeliat di tubuhnya. Dia tidak tahan untuk buang air besar, jadi Rendy mengirimkan pesan pada Mia yang b

