"Bruak!!" Hana menggebrak pintu kamarnya dengan keras, menunjukkan kalau ia benar-benar tak ingin menerima kunjungan dari Naura. Naura masih terhenyak kaget dengan sikap Hana, bukan, bukan karena sikapnya yang menggebrak pintu melainkan karena sikap Hana yang terkesan sehat tanpa ada gangguan apapun. Bukan seperti ketika ia mendatangi Hana pertama kali yang membuat Hana menjerit histeris seperti orang gila. Aneh. Naura kembali menoleh ke kamar Hana dan gadis itu bersiap tidur dengan mematikan lampu kamarnya. Perlahan, Naura berjalan menjauh dari kamar Hana yang terasa dingin baginya. "Naura?" Lestari menyapa. Naura menghentikan langkahnya dan menatap Lestari yang menelitinya. "Dari kamar Hana?" tanyanya. Naura diam, tak mengerti harus bicara apa atas pertanyaan Lestari. "Sepertin

