Langkah kaki Genta yang bergantian dengan Reksa, segera membuat Danur menoleh pada arah belakang. Saat itu, sosok bayangan yang sempat terekam ke dalam kamera adalah gambaran tubuh dari seorang pemuda dari Jakarta. “Lo sedang apa di dalam ruangan ini, Nur?” Reksa bertanya. Sesaat sembari mengarahkan lentera pada arah bidikan sang sahabat. Danur mematikan pencahayaan berwarna putih dari sisi belakang telepon genggam. Meraih lentera yang semula dipegang oleh Reksa. Sementara itu, Genta segera mengubah alat perekam menjadi modus malam. Ruang berukuran cukup besar dengan bau yang pengap, benar-benar terlihat gelap gulita. Lalu pemuda tersebut berkata, “Lo memang cari mati ya, Nur. Mengapa mendatangi ruangan aneh seperti ini?” Issh! Danur berdesis. Menyahut, “Padahal, lo pasti akan senang

