Bab 30. Rama dan Sinta

1902 Kata

“Tapi menikah bukan solusi, Sinta… apalagi dengan lelaki seperti dia.” Suara Rama terdengar lebih dalam dari biasanya. Bukan sekadar pendapat. Lebih seperti… peringatan. Sinta tersenyum samar, bukan senyum bahagia. Namun lebih seperti seseorang yang sudah terlalu lelah untuk berdebat. “Apa kamu menikahi Kak Livi karena cinta?” pertanyaan itu keluar begitu saja, langsung tanpa jeda dan tepat mengenai sasaran. Rama terdiam. Untuk pertama kalinya sejak percakapan itu dimulai ia benar-benar tidak punya jawaban yang langsung keluar. Matanya tidak lagi setegas tadi, ada sesuatu yang goyah. “...Tentu,” jawabnya akhirnya. Namun, bahkan ia sendiri tahu ada keraguan yang terselip di sana. Sinta mengangguk pelan. “Baguslah,” ucapnya. Nada suaranya tetap ringan namun entah kenapa terasa se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN