Anggini duduk dengan salah satu kakinya bertumpu ke atas, ditangannya ada banyak lembaran uang hasil penjualan hari ini. Ia tengah menghitung pendapatan dari hasil berjualan roti, dirinya sangat bangga karena bisa mengalahkan Elin. “Wah, kalau terus begini bisa cepat kaya ini aku.” ucapnya sambil melemparkan uang ke atas hingga uang itu berhamburan jatuh. Wanita itu tersenyum miring, ternyata mudah sekali membuat jatuh usaha Elin, ia tidak perlu susah payah mencari ide lain jika makhluk gaibnya mampu melakukan ini. Tentunya ada harga mahal yang harus dibayar oleh Anggini, ia sudah membuat tali perjanjian gaib. Salah satu syaratnya adalah harus melayani nafsu buas sosok itu, Anggini juga bisa mati jika sewaktu-waktu partnernya musnah. Namun, dari janji-janji yang diucapkan oleh

