44 - KISAH DUA ALAM

1438 Kata

Mata pedang milik Gendis berkilau kala terkena pantulan cahaya seiring dengan pergerakannya yang hendak menebas leher seorang wanita. Elin menutup matanya menanti rasa sakit ketika nyawanya dicabut paksa. Rasanya perih saat ujung pedang tajam itu berhasil menggores lehernya, Elin yakin ini adalah akhir kisah hidupnya, mati mengenaskan ditangan wanita yang membencinya. Satu tetes darah mengucur dari leher Elin. Pergerakan dari pedang itu terhenti kala sebuah batu kerikil menghempaskan benda laras panjang tersebut. Gendis tersentak, siapa yang berani mengacaukan kesenangannya? Dengan cepat kepalanya menoleh ke samping, di sana ia mendapati sosok pria yang sangat ia kenal. “Bhanu,” gumamnya dengan ekspresi terkejut. Sekujur tubuh Gendis mematung melihat Bhanu yang berdiri menatapnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN