Bab 15: Lebih Dalam

1058 Kata
Keira masih terkekeh. Dia masih menertawakan apa yang Shira bicarakan tentang apa yang mereka – para hantu – itu tidak banyak yang menyukai panas matahari. Banyak yang lebih memilih untuk tidur pada siang hari dari pada harus beraktivitas. Kemudian, Keira baru menyadari dan mengangguk pelan, “jadi, itu makannya hantu pada muncul di malam hari?” tanya Keira. Shira mengangguk, “iya, mereka cuman suka malam hari dan tentu saja banyak yang beraktivitas pada malam hari.” Kata Shira. “kalau pun ada di siang hari, biasanya, mereka masih berasumsi bahwa mereka adalah manusia biasa.” Ucap Shira lagi. Kemudian, yang di lakukan Keira adalah mengangguk untuk ucapan dari Shira yang mungkin benar adanya. Keira juga benar – benar menyambungkan kejadian itu dengan bertemunya dia dengan Jean yang dimana saat itu masih siang hari bahkan bisa dikatakan bahwa itu adalah hari dimana dunia sedang panas – panasnya. Dan Jean dengan seenaknya bertemu dengan seorang Keira yang intinya bahwa hantu seperti Jean tidak menyadari dirinya bahwa dia tidak menyadari bahwa dirinya adalah hantu. “apa jangan – jangan kamu udah pernah ngobrol sama hantu lain selain saya?” tanya Shira kepada Keira yang masih berpikir, “di luar kamar ini?” tanya Shira lagi sambil memandang Keira cukup dalam. Keira sekarang mengangguk pelan, “iya, gue ada ngobrol sama hantu lain. Hantu anak sekolahan. Dia juga ada pas tadi gue turun di bawah. Di dekat meja makan.” Kata Keira lagi. Dia menjelaskan kepada Shira karena dia tahu bahwa Shira tidak bida keluar dari kamarnya. Jadi, dia menjelaskan anoa yang ada di bawah sana. Termasuk hantu yang ada. Shira diam, “sebaiknya, kamu harus mengontrol diri kamu buat ga ngobrol sama hantu di luar pintu kamar kamu.” Kata Shira dengan sedikit penekanan di akhir kalimatnya, “banyak hal di luar sana yang mungkin saja terjadi. Untung saja kamu ga di serbu sama hantu – hantu yang bisa aja jahat in kamu.” Ucap Shira lagi. Keira sekarang mengernyitkan keningnya, “kenapa emang kalo gue ngobrol sama hantu di luar? Terus, emang ada hantu yang jahat juga di sana?” tanya Keira. Pasalnya, dia tidak tahu bawah ada hantu yang mungkin saja bisa jahat in seorang manusia. Yang mana yang Keira tahu bahwa hantu tidak bisa memegang atau bahkan memindahkan barang tertentu. Mereka akan tembus pandang dan juga mereka akan menembus apa pun yang ada di depannya. Jadi, mana mungkin ada hantu yang bisa ngejahatin manusia yang dengan sempurnanya bisa memegang atau bahkan mendoakan mereka untuk tidak bisa dekat – dekat dengan manusia. Selebihnya, Keira tidak tahu bahwa akan menjadi seperti itu. “Banyak hal di luar sana yang bisa saja ga kamu ketahui. Kamu juga mungkin bisa dalam bahaya. Mungkin, bisa saja hantu – hantu itu mengerubungi kamu dengan wajah menyeramkan yang ngebuat kamu mungkin pingsan saking takutnya.” Ucap Shira, “tapi, ada kemungkinan juga kamu bakalan kena imbas dari mereka yang terus menerus mungkin mengikuti kamu.” Kata Shira lagi. Keira diam lalu menatap Shira, “itu asalah hak terburuknya dari seorang hantu? Menakut – nakuti sampai mungkin bisa jadi gue atau manusia indigo lainnya stres karena ketakutan?” tanya Keira. Shira sekarang menggeleng, “tidak cuma itu, ada beberapa hantu yang entah kenapa di anugerahi dengan beberapa kekuatan, mereka bisa menyentuh barang dan mungkin energi mereka bisa lebih kuat dari itu.” Kata Shira. Tentu saja Keira baru mengetahuinya. Ada hantu yang bisa melempar barang mungkin adalah hantu yang seperti ini. Yang memiliki energi yang jauh lebih besar dari pada hantu – hantu lainnya. “Banyak sekali macamnya hantu ya.” Kata Keira, “apa gue bisa mengenali hantu yang baik atau yang buruk?” tanya Keira. Sebenarnya, untuk jaga – jaga saja. Keira tidak ingin menemui hantu yang jahat. Jadi, dia akan berjaga – jaga. Jika dia melihat dari kejauhan ciri – ciri hantu jahat, mungkin Keira akan lari atau bahkan tidak akan menggubrisnya sama sekali. Jadi, dia ingin meminta tipsnya cara membendakan hantu baik dan hantu jahat. Shira diam, “mereka ga ada bedanya.” Sahut Shira. “jadi, ga ada hal yang bisa gue hindari? Gue mungkin aja ketemu sama hantu jahat?” tanya Keira. Shira sekarang mengangguk, “mungkin. Karena setahu saya, ada hantu baik yang berubah menjadi jahat karena satu dan lain hal yang saya juga tidak tahu. Mungkin, bisa jadi kamu tahu nanti.” Ucap Shira. Tentu saja nanti mungkin Keira akan tahu. Dia mungkin bakal menemukan hantu jahat dan hantu baik. Atau bahkan mungkin dia akan menemukan penyebab kenapa hantu baik bisa jadi hantu jahat. Bisa kah ini dijadikan sebagai misi? Keira sendiri tertawa dalam. Hati. dia benar – benar membuat mata ini mungkin berfungsi secara lain. Dia ingin mengetahui kehidupan hantu lebih dalam. Tapi, bisakah dia melaluinya?, Dia bahkan belum berdamai dengan hantu – hantu yang menyeramkan. Dnegan luka di tubuhnya atau bahkan luka di wajahnya yang sangat begitu terlihat jelas. Dan tentu saja misi pertama Keira adalah mencoba untuk berdamai. Berdamai versi nya kali ini adalah berdamai dengan hatinya agar dia tidak takut terhadap hantu yang seperti itu. Dimana dirinya harus berusaha kuat untuk melihat hantu dnegan fisik yang tidak rupawan dan juga mungkin bisa saja fisiknya hancur. Setelah dia berdamai seperti itu, mungkin Keira akan memilih untuk lebih dalam lagi mengenal hantu. “jangan terlalu dalam.” Kata Shira, “kalau mau mengenal kehidupan kami, kamu harus benar – benar siap dengan konsekuensinya.” Kata Shira lagi. Sekarang Keira menatap Shira, “konsekuensi?” tanyanya, “konsekuensi seperti apa misalnya?” Shira menarik nafasnya, “konsekuensi yang harus di terima mungkin adalah kamu tidak bisa lepas dari kehidupan kamu para hantu. Mungkin kamu akan terbawa arusnya, dimana kehidupan kami tidak begitu menyenangkan dan tidak selamanya menyenangkan.” Ucap Shira lagi. Keira mungkin bisa menerimanya nanti. “apa lo kenal indigo lainnya selain gue?” tanya Keira. Sebenarnya, dia bukan ingin mengenal indigo lainnya. Tapi, dia i gin meminta bantuan an pendapat dari sesama orang yang bisa melihat hal yang tidak bisa di lihat oleh kebanyakan orang. Hantu. Sebagian besar tidak bisa melihat mereka. Mungkin, mereka bahkan banyak yang tidak percaya akan adanya hantu. Dan sebagian dari mereka percaya dan lebih memilih untuk tidak berurusan dnegan hal – hal seperti ini. Mereka mungkin takut atau bahkan mungkin saja mereka tidak ingin terlibat begitu dalam karena bukan urusan mereka lagi. Shira mengangguk, “ada.” Sahutnya pelan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN