Mika pov. Suara jam dinding terus berdetak, isyarat waktu terus berjalan memutari labirin hatiku yang kini di landa gelisah, membawaku ke alam lamun, sebuah notifikasi pesan yang masih betengger di atas layar ponsel belum juga k*****a, bukan. lebih tepatnya tidak ku buka. pasti isi pesannya sama lagi. Mas fahri : hari ini saya lembur kerja, jadi kamu..... jadi kamu jangan menungguku .ku tebak pasti itu lanjutan isi pesannya, jika di total ini adalah pesan ke empat beruntun mas fahri mengirimiku pesan ini. dengan mantap aku memutuskan untuk membuka pesannya tanpa berencana untuk membalas. Seminggu telah berlalu, lebih tepatnya sejak kejadian tempo hari di dalam mobil. entah ini memang bagian dari kesibukkannya atau mas fahri menghindariku. seperti kemarin pagi-pagi sekali ketika kau ti

