Kejadian itu sudah bertahun-tahun lamanya, tapi kenangannya masih begitu membekas. Gadis yang saat ini memakai piyama tidur itu menatap sebingkai foto yang tergeletak tak berdaya di atas lantai. Jemari lentiknya bergerak untuk memungut bingkai itu. Degupan jantung semakin terasa, sesak perlahan datang menyumbat saluran pernafasannya. Dia terisak, cairan bening lolos dari pelupuknya. Gelapnya gudang tak membuat keberanian gadis itu menciut, justru dia senang berada di kegelapan. Kaca bingkai foto silau karena senter yang memancar dari ponsel si gadis. Netra almond nya menyusuri setiap jengkal wajah yang ada di dalam bingkai tersebut. Gadis itu adalah Chelsea, dia berjongkok sembari terus terisak. “Gue minta maaf, Ga. Semenjak kepergian lo, semuanya kacau. Hidup gue, juga persahabatan ki

