“Kyo ...” Akhirnya aku berhasil menyebut nama itu. Ya, Kyo ... pria yang dulu begitu kucintai dan dengan kejamnya mencampakanku, kini dia sedang berdiri di depanku. Penampilannya sangat berbeda dengan dulu. Namun, dia masih terlihat tampan seperti biasa, tidak ... sekarang dia jauh lebih tampan dari yang kuingat. Rambutnya yang biasa dicat merah kini digantikan rambut hitam yang berkilau. Rambut pendeknya yang tertata rapi sangat jauh berbeda dengan gaya rambutnya dulu. Penampilannya sekarang sangat rapi dengan mengenakan sebuah jas putih khas seorang dokter. Mungkin orang lain tidak akan mempercayai bahwa dulu dia seorang berandalan yang selalu berpenampilan urakan dan berantakan. “Hai, Hanna,” sapanya sambil memperlihatkan seulas senyum yang seketika membuat jantungku berdetak mele

