#34

1342 Kata

Aku terbangun, duduk di atas ranjang dengan selimut menutupi kaki. Pandangan mengedar ke sekitar, bukan kamar loteng, melainkan sebuah ruangan lengang berwarna serba putih gading dan krem. Setelah Winter ditangkap, aku benar-benar hancur dan bingung. Aku masih meyakini bahwa ada bayi di dalam rahimku, hingga orang-orang membicarakan, tapi kemudian aku mengalami kecelakaan dan hasil tes rumah sakit membuktikan bahwa aku tidak hamil. Semua tentang Winter, kehamilanku, hanyalah halusinasi. Aku sakit jiwa sampai harus berkonsultasi dengan psikiater. Sekarang, sudah seminggu aku tinggal di rumah keluarga Aditama sambil menjalani terapi. Pintu diketuk. Tak lama, Romeo masuk. Aku tahu itu dia, meski tidak perlu melihat, lebih terpaku pada pemandangan di luar jendela. “Sudah bangun?” Dia meletak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN