#38

1117 Kata

Beberapa bulan kemudian.... Apa kabar, kalian? Kabarku cukup baik, kendati tidak memiliki teman. Bukan... mereka tidak menjauhiku. Aku lebih nyaman duduk sendiri di pojok kelas, memandang keluar dan sesekali menikmati sepoi angin waktu jendela dibuka. Menenangkan bagiku, berdiam di kelas sementara yang lain makan siang di kantin. Atap sekolah pun menjadi tempat terbaik di sekolah ini. Aku bisa merokok di sana, walaupun harus berusaha mati-matian agar bau asapnya tidak menempel di kemeja. Lissa sudah pindah ke luar negeri—entah di mana, aku tidak peduli, yang pasti Rafflesia School mulai membersihkan namanya kembali—seperti diriku. Bulan lalu, aku menerima gaji pertama sebagai ilustrator. Aku berterima kasih kepada Forest karena telah membantu, baik dalam hal karir, pekerjaan maupun yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN