Alvin sudah keluar dan kini Sava masih menangis, Dhito bertanya kenapa tapi Sava masih belum menjawabnya. Sava menatap pintu keluar kamar inapnya itu. Seharusnya Sava tadi mengatakan pada Dhito bahwa ini bukan salah dari Aalvin agar mereka Dhito tidak curiga dan marah-marah ke Alvin. Namun rasanya sedari tadi bibirnya kelu, ia tidak bisa mengatakan apa pun. "Gua cuman mimpi buruk aja tadi Bang, Alvin ga salah apa-apa." ujar Sava akhirnya setelah beberapa saat ia tadi menenangkan dirinya yang sedih. "Astaga Lo bikin panik aja sih Sav." ujar Dhito kepada Sava tersebut. Saat mereka sedang mengobrol seperti itu, tiba-tiba di kaca pintu itu terdapat beberapa dokter yang terburu-buru tampaknya pergi ke ruangan sebelah. Mereka saling menatap, Dhito saat ini sudah berpikiran tidak-tidak. "Yang

